Komune Home Decor Bandung Tularkan Motivasi Mendekorasi Hunian

Selasa, 16 Mei 2017 | Wallpaper
guna tidak sedikit metode yg bisa dilakukan terhadap memperoleh hunian yang diimpikan pas dgn akhlak dan selera sang pemilik rumah yang paling mudah tentu dengan mencarter jasa desainer interior atau arsitek.

Akan walaupun dengan cara apa jikalau mendekorasi rumah dilakukan bersama biaya seminim kalau-kalau jangka sesantai rupa-rupanya dan mendapatkan kreasi sepersonal rasanya zat komunitas Home Decor Bandung punya jawabannya.

Berawal alamat iseng-iseng belaka, komune Home Decor Bandung (HDB) sekarang semakin berkembang Baru kiraan bulan sejak didirikan, anggotanya sudah menggabai lebih alamat 60 wong cacah itu pasti tak termasuk juga pengikut akun sungguh HDB, @homedecor_bandung di Instagram.


Tren ide dekorasi hunian (home decor) yang dilakukan sen­diri jadi penyebab kenapa komune sebentuk ini berkembang subur Belum pula campur tangan jejaring sosial seperti Instagram dan Pinterest yang memanjakan penggunanya dekat mengejar ins­pirasi dekorasi hunian rupa-rupanya dengan modal menginspirasi semenjak aspek virtual termuat semua orang nyaris dapat mendekorasi huniannya cocok dengan keinginan masing-masing walau tak mempunyai latar buntut ilmu design

lihat juga:dekorasi kamar

Salah seseorang pendiri HDB, Agri Sintia Sari (30) mengemukakan bahwa populasi ini berawal dari tiga wong yang memiliki hobi serupa yakni mendekorasi dan mempercantik hunian tidak hanya Agri, masih ada Liza Apriliani dan Betty Trihana. Mereka kemudian meng­ajak sekian banyak sohib lain yg terus memiliki kegemaran serupa guna mengobrol di kelompok obrolan WhatsApp.

Mereka lalu sejak mulai mengunggah photo keluaran dekorasi sendiri ke akun Instagram masing-masing. akhirnya cukup mengejutkan banyak insan yg merespons bersama memberikan uraian atau ala kadarnya ”like”. petaruh serentak (direct message) semula tidak jarang kali tercapai lebih kurang ajakan usul menyangkut dekorasi rumah

”Dari engkau jadi kepikiran kenapa lain sekalian saja mendiri­kan komune Peminatnya kan banyak home decor tambah juga booming benarbenar terkecuali itu, bisa memasang teman berganti pikir­an mengenai home decor, semula menyebabkan kegiatan yang ber­hubungan bersama mendekorasi,” ujar Agri disaat ditemui di kediamannya di bumi Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupa­ten Bandung Barat, Rabu 10 Mei 2017 tengah hari

Agri awalnya pula tertarik dgn dekorasi shabby chic yang semula digandrungi. ketika mempunyai kediaman baru, dia menghukum kepada mendekorasi hunian

”Awalnya cuma cari-cari memberi inspirasi wallpaper aja. cocok cari di Ins­tagram, nyatanya banyak sedang ibu yg gemar home decor,” kata Agri, sekitar ihwalnya berkenalan dgn Liza dan Betty.

Setelah menyatu dekat HDB, mereka semakin keranjingan pada mendekorasi hunian selain mengairi kreativitas, dekorasi bermaksud demi memiliki rumah yg nyaman dan unik atau meraih kejadian baru. ”Supaya anak-anak dan laki sedang tahan di rumah,” papar ibu satu anak ini, dulu tersenyum.

Setiap bulan faktor HDB menyediakan jumpa bagi sekadar bertatap tampang atau mengatur aktivitas aktivitas tercatat dapat berwujud dialog langsung sekitar home decor, workshop DIY (do it yourself) untuk menghasilkan aneka warna home decor, hingga aktivitas sosial Sisanya, partikel HDB lebih tidak sedikit bersua lewat bidang maya

Yang dibicarakan pasti saja sekitar home decor. mulai awal peng­alaman mendekorasi hunian memengaruhi nasihat sebagai memberikan inspirasi dekorasi hunian bujet, tutorial menciptakan dekorasi penahan aneka gagasan dekorasi hunian sampai berita berkenaan ruang berbelanja dan diskon perlengkapan yg berhubungan dgn dekorasi hunian

”Seru banget karenanya dikarenakan jadi ketemu teman-teman baru yg punya favorit identik dapat wawancara lebih kurang home decor terus free karena tidak gunakan jasa perancang interior,” papar pemilik akun Instagram agrie_sintia ini.
Restu suami

Tak seperti kesukaan perseorangan yang bisa begitu saja dilaksana­kan, mendekorasi rumah pasti lebih ruwet daripada itu. selain rencana kekayaan yg kadang tidak sedikit hal restu suami tidak jarang menjadi hambatan lantaran hunian juga ditempati partikel marga lain.

”Awalnya ya tentu mesti kompromi lalu identik suami misalnya saya ingin dekorasi rumah begini. Untungnya laki support aja sih, dan menyerahkan kesibukan dekorasi rumah ke saya,” kata Agri yg menghias kediamannya dengan dominasi corak pastel.

Hal serupa dirasakan Fitry Andriany (36). syarat permulaan suami penting mesti didapatkan sebelum mengevakuasi khayalan dekorasi dalam hunian yg biasa saja

”Untungnya bujet lain mesti khusus sih sebab sambil trik aja,” ucapnya.
Inspirasi desain

Fitry mulai sejak senang mendekorasi rumah sejak empat thn buntutnya kala mempunyai hunian awal dirinya tentu termotivasi guna menghias rumah agar asri dan nyaman dihuni

”Dulu mah tambah ganjil yang sharing home decor di alat bersahabat paling kliping alamat majalah aja. makanya saat ini menyukai sekali gabung di sini sebab sanggup sama-sama share tentang segala hal tergantung bersama home decor,” kata pemilik akun Instagram fitry_andriany tersebut

Keseruan yg beliau rasakan, misalnya sebelum tentukan pilih­an pernik dekorasi hunian ”Misalnya, wallpaper ini sama itu lucuan mana ya? Atau, jika ingin rencana ini harus bagaimana Nah, rata rata yang lebih pandangan dan expert dalam menerapkan ide itu di rumahnya, yang jadi sasaran bertanya,” ucapnya.
Dari DIY hingga kesempatan Bisnis

Tak ada yang lebih menyenangkan di bandingkan bersama men­de­korasi rumah pribadi sesuka tanjak tidak hanya irigasi kreativitas, kepuasan berulang sanggup didapat. Helma Sefti Fauzia (35) misalnya Ibu dua anak ini menghasilkan konsep dekorasi rumah genit eklektik.

”Awalnya gemar aja bila rumah rampung dan rapi Lama-lama menjadi punya konsep pada mempercantik hunian akibatnya ya seperti saat ini konsepnya sesuka khalikah contohnya ruangan televisi dan kamar anak monokrom, tungku tema oranye, kamar warna-warni ” kata Sefti.

Uniknya, pada mendekorasi, Sefti tidak hanya membayar hiasan atau furnitur yang sudah jadi penduduk tanah Sariwangi ini sering kali memanfaatkan beberapa barang yang telah tak terpakai untuk mendapatkan hiasan atau furnitur baru.

Dia, contohnya memanfaatkan kaus secon yg telah bocor menjadi wadah kantung plastik. dirinya menciptakan karpet dgn penampilan baru permulaan karpet lemah Sefti terus berikan penampilan baru pada rak yg monoton.

”Daripada beli yang telah jadi saya gemar yang DIY, jadi sanggup dibentuk sesuai bersama kemauan hati,” ucapnya.

Sefti merasa dengan menciptakan gagasan dekorasi solo dia menjadi bebas tentukan mulai sejak mulai sejak biaya material apa yg dipakai sampai gaya apa yg ingin diperlukan

”Misalnya, pada tunggal item yang dibutuhkan, kita pun bisa meng­ukur kemampuan tunggal apakah bisa berbelanja atau tidak jikalau tidak mampu disiasati dgn formula yg lain, atau menyimpan hingga sanggup membayar tak ada deadline lantaran semua itu kita yang menentukan,” katanya

Agri Sintia Sari (30) berulang merasa demikian Saking seringnya menderita direct message berkenaan undangan ide mendekorasi hunian dia jadi mau menuntut ilmu berkenaan rancangan interior bersama lebih benar-benar percaya
”Soalnya, jadi tidak jarang dijadiin konsultan gratis kan, ya jadi kepikiran aja guna lebih diseriusin jadi bisnis,” katanya
Peluang bisnis

Tak cuma menghasilkan sendiri pernik dekorasi hunian banyak kembali manusia yg menentukan untuk berbelanja menjadi peluang terselip dgn jeli dibekuk beberapa wong sbg celah berbisnis.
Seperti Sri Lustia (33) yg kerap menawari keluaran home decor asal Turki. Sri yang awalnya menggandrungi pernak-pernik, menjadi mengidap jarak usaha kala tidak sedikit zarah yang mena­nyakan bikinan terkandung kepadanya.

”Awalnya cuma badung nawarin bingkisan semenjak kawan suami yang bukan terpakai, nyatanya malah banyak yang minat Keuntungannya cukup buat budget mendekorasi rumah,” ucapnya.

Bahkan, penduduk darat Adipura ini hendak menentukan bagi resign awal kantor berkah usaha tertulis yg meluas cuma saja, di komunitas ajang menjual beli termuat harus menekuni disaat Di HDB, waktu yang disepakati juga sebagai market day yakni setiap penghujung pekan

Salah satu orang komponen yg merasa terserang keasyikan dalam berbelanja warna-warni dekorasi rumah misalnya Dessy Lusiawaty (39). terkecuali mewarisi marga baru dengan kesukaan serupa beliau masih merasa tak serta kesulitan mencari bermacam-macam rumah yg tersegmentasi.

”Ada yang menyediakan pernak-pernik yg dibutuhkan semula jadi enggak susah-susah harus cari ke sana ke mari,” kata masyarakat permata Kopo, Kabupaten Bandung ini.

Soal budget dia tidak menyebabkan arta husus untuk mende­ko­rasi hunian terlebih dekor yang dilakukan bersituasi santai

”Enggak selesai-selesai dikarenakan jikalau tempat yang wahid udah tuntas pasti pengen ke ruang yang lain. selalu ada aja yg mau diubah menurut batas baru,” ujarnya.